BAB 8. Sistem pencernaan pada manusia
A. Sistem Pencernaan Makanan pada
Manusia
Alat pencernaan makanan pada manusia
antara lain :
1. Rongga Mulut
Di dalam rongga mulut terdapat gigi, lidah, dan
kelenjar ludah. Pencernaan dimulai dari mulut.
Gigi akan melumatkan makanan yang kita
makan. Bentuk gigi ada tiga macam, yaitu gigi
seri, gigi taring, dan gigi geraham. Bentuk gigi
yang berbeda-beda ini disesuaikan dengan
fungsinya.
a. Gigi seri berfungsi untuk memotong makanan
berserat.
b. Gigi taring untuk mengkoyak-koyak makanan.
c. Gigi geraham untuk mengunyah dan
melumatkan makanan sehingga mudah ditelan.
Proses penghancuran makanan oleh gigi disebut
pencernaan makanan secara mekanis.
Penghancuran makanan di mulut dibantu oleh
lidah.
Gambar lidah
http://catatan-ngajar.blogspot. com
Lidah merupakan otot yang lentur yang
permukaannya berbintik-bintik kecil dan peka
terhadap rasa. Selain untuk mengecap rasa
makanan, lidah juga berfungsi untuk mengatur
letak makanan dan membantu proses menelan
makanan yang sudah dilumat.
2. Kerongkongan
Setelah mengalami proses di mulut, makanan
akan diteruskan ke kerongkongan atau esofagus.
Esofagus mendorong makanan turun lewat dada
kemudian masuk ke lambung. Esofagus dapat
melakukan gerakan bergelombang dan meremas
remas guna mendorong makanan masuk
lambung. Gerakan tersebut disebut gerak
peristaltik.
3. Lambung
Setelah melewati esofagus, makanan masuk ke
lambung. Di dalam lambung inilah makanan
dicerna kembali. Dinding otot lambung akan
mengaduk dan melumatkan makanan menjadi
bubur. Kemudian mencampurnya dengan cairan
pencerna. Cairan pencerna lambung, yaitu:
a. asam klorida, berfungsi membunuh bibit
penyakit yang masuk bersama makanan;
b. enzim pepsin, berfungsi mengubah protein
menjadi pepton;
c. enzim renin, berfungsi mengumpulkan kasein
yang terdapat di dalam air susu. Setelah dicerna
di dalam lambung dan menjadi halus, makanan
didorong menuju usus halus. Lambung menjadi
kosong. Pengosongan lambung berlangsung
antara 3 – 5 jam. Setelah itu kita merasakan
lapar.
4. Usus Halus
Usus halus terletak tergulung di bagian perut
bawah. Panjang usus halus sekitar 6 meter.
Dindingnya memiliki banyak lipatan dan
lekukan sehingga bisa menyerap banyak zat
makanan. Usus halus terdiri atas tiga bagian,
SIAP UN IPA SD 2019
47
yaitu usus dua belas jari, usus kosong, dan usus
penyerapan.
Usus dua belas jari dihubungkan dengan
kantong empedu pankreas. Kantong empedu
menghasilkan cairan empedu yang berfungsi
untuk mencerna lemak. Pankreas menghasilkan
enzim. Enzim tersebut adalah sebagai berikut.
a. enzim tripsin, bertugas mengubah
protein/pepton menjadi asam amino;
b. enzim lipase, bertugas mengubah lemak
menjadi asam lemak dan gliserol.
Selain menghasilkan enzim, usus dua belas jari
juga menghasilkan hormon insulin. Hormon ini
berfungsi mengatur kadar gula dalam darah.
Pada usus kosong tidak dihasilkan enzim, tetapi
pencernaan secara enzimatis masih berlangsung.
Adapun pada usus penyerapan terjadi
penyerapan sari-sari makanan oleh pembuluh
darah. Selanjutnya sari-sari makanan tersebut
diedarkan ke seluruh tubuh.
5. Usus Besar
Usus besar akan menyerap air dan sebagian
makanan yang tidak tercerna atau tidak dapat
diserap oleh pembuluh darah. Usus besar jauh
lebih pendek dari usus halus. Akan tetapi
besarnya tiga kali lipat dari usus halus. Lebar
usus besar dapat mencapai 7 cm. Ujung usus
besar disebut rektum. Di dalam usus besar
terjadi pembusukan sisa makanan yang dibantu
oleh bakteri koli, misalnya Escherichia coli. Di
dalam usus besar terjadi penyerapan air atau
penambahan air. Sisa makanan yang sudah
busuk dikeluarkan melalui anus dalam bentuk
feses atau tinja. Pada usus besar terdapat
tambahan usus yang disebut usus buntu. Pada
ujung usus buntu terdapat usus tambahan yang
disebut umbai cacing atau apendiks.
Peradangan pada usus buntu disebut apendikitis.
B. Jenis Makanan Bergizi dan Menu
Seimbang
Makanan yang tepat bagi tubuh adalah makanan
yang bergizi lengkap dan seimbang. Makanan
bergizi adalah makanan yang mengandung zat[1]zat yang dibutuhkan
oleh tubuh. Zat-zat tersebut
yaitu karbohidrat, lemak, protein, vitamin,
mineral dan air. Makanan seimbang adalah
makanan yang jenis dan jumlahnya sesuai
dengan kebutuhan tubuh. Jadi, walaupun kamu
makan makanan yang bergizi, tetapi tidak
seimbang maka itu juga tidak baik karena akan
dibuang oleh tubuh. Dengan makan makanan
yang bergizi, lengkap dan seimbang berarti kita
telah menjaga kesehatan tubuh.
a. Karbohidrat
Karbohidrat berfungsi sebagai penghasil energi
atau tenaga dan menjaga panas tubuh. Zat
karbohidrat banyak terkandung dalam beras,
jagung, sagu, terigu, dan umbi-umbian seperti
kentang dan singkong. Orang yang aktivitasnya
banyak memerlukan makanan yang
mengandung karbohidrat lebih banyak.
b. Lemak
Lemak bagi tubuh juga memiliki peranan yang
penting. Bagi tubuh, fungsi lemak antara lain
sebagai berikut.
1. Menjaga panas tubuh.
2. Pelarut vitamin A, D, E, K
3. Pelindung organ-organ tubuh yang penting,
seperti jantung, hati, ginjal, dan paru-paru.
4. Sumber energi cadangan.
Jenis lemak ada dua yaitu lemak nabati dan
lemak hewani. Lemak nabati adalah lemak yang
berasal dari tumbuhan. Contohnya kelapa,
SIAP UN IPA SD 2019
48
kacang tanah, dan kedelai. Lemak hewani
adalah lemak yang berasal dari hewan.
Contohnya telur, mentega, susu, keju, dan
daging.
c. Protein
Protein adalah zat makanan yang berfungsi
dalam proses pertumbuhan dan mengganti sel[1]sel tubuh yang rusak.
Selain itu protein juga
berfungsi sebagai penghasil tenaga. Jenis
protein ada dua yaitu protein nabati dan protein
hewani. Protein nabati adalah protein yang
berasal dari tumbuhan. Sedangkan protein
hewani adalah protein yang berasal dari hewan.
Contoh sumber protein adalah kacang-kacangan
dan telur. Pada orang dewasa kekurangan
protein mengakibatkan penyakit busung lapar.
Bayi dan balita sangat memerlukan protein
untuk pertumbuhan. Kekurangan protein pada
anak-anak akan menyebabkan penyakit
kwashiorkor. Penderita tidak mempunyai nafsu
makan, badannya membengkak, rambut
berubah warna dan kusam, dan pertumbuhan
badannya terhambat.
d. Mineral
Mineral berfungsi sebagai zat pembangun dan
mengatur kesehatan tubuh. Mineral terdapat
dalam berbagai bahan makanan. Beberapa
mineral yang dibutuhkan oleh tubuh yaitu
sebagai berikut.
A. Zat besi
Zat besi diperlukan dalam pembentukan sel-sel
darah merah. Apa yang akan terjadi bila tubuh
kekurangan zat besi? Kekurangan zat besi
mengakibatkan darah kekurangan butir darah
merah.
Zat besi banyak terkandung pada daging, hati,
kedelai, dan sayuran berwarna hijau seperti
bayam, daun ubi jalar, daun kelor, dan
kangkung.
B. Yodium
Yodium berguna untuk memperlancar tugas
kelenjar gondok. Kekurangan yodium
mengakibatkan pembengkakan pada kelenjar
gondok atau biasa disebut dengan penyakit
gondok. Yodium banyak terdapat pada garam
dapur dan ikan laut.
C. Zat kapur (Kalsium)
Zat kapur atau kalsium diperlukan untuk
pembentukan tulang dan gigi. Selain itu kalsium
juga diperlukan dalam proses pembekuan darah
saat terjadi luka. Kalsium banyak terdapat pada
daging ayam, ikan kakap, ikan tawes, telur,
bayam, melinjo, kedelai dan kacang merah.
D. Fosfor
Sama halnya dengan kalsium, fosfor diperlukan
dalam pembentukan tulang dan gigi.
Kekurangan fosfor mengakibatkan pertumbuhan
terganggu. Fosfor banyak terkandung pada
udang, ikan bandeng, daging ayam, daging sapi,
jagung, kacang merah, sayuran dan susu.
e. Vitamin
Vitamin diperlukan untuk pertumbuhan dan
pemeliharaan kesehatan. Vitamin tidak
menghasilkan tenaga dan tidak membangun
jaringan tubuh. Akan tetapi vitamin berperan
pada semua proses kimia dalam tubuh.
Seseorang yang kekurangan vitamin akan
mudah terserang penyakit. Penyakit karena
kekurangan vitamin disebut avitaminosis.
Sedangkan kelebihan vitamin disebut
hipervitaminosis.
Vitamin ada yang larut dalam air dan ada yang
larut dalam lemak. Vitamin A, D, E, dan K
dapat larut dalam lemak, sehingga dapat
SIAP UN IPA SD 2019
49
disimpan dalam tubuh. Vitamin B dan C larut
dalam air sehingga tidak dapat disimpan dalam
tubuh.
1) Vitamin A
Vitamin A berguna untuk menjaga kesehatan
mata, kesehatan kulit,mmempercepat
pertumbuhan tubuh dan mempertinggi daya
tahan tubuh terhadap infeksi. Untuk menjaga
kesehatan mata, kita harus memperbanyak
makan makanan yang mengandung vitamin A.
Sumber vitamin A antara lain wortel, tomat,
pisang, pepaya, ikan, hati, dan telur. Penyakit
akibat kekurangan vitamin A antara lain rabun
senja.
2) Vitamin B
Vitamin B berfungsi untuk pertumbuhan tubuh
dan mencegah penyakit beriberi. Kekurangan
vitamin B menyebabkan penyakit beri-beri,
bibir pecah- pecah, kulit mudah rusak, radang
pada lidah, selera makan hilang, dan
pertumbuhan terhambat. Vitamin B banyak
terdapat pada sayuran, kacangkacangan, telur,
nasi, hati, daging, dan susu.
3) Vitamin C
Vitamin C berguna untuk meningkatkan daya
tahan tubuh dan mempercepat pemulihan
kesehatan setelah sakit. Kekurangan vitamin C
dapat mengakibatkan gusi berdarah, sariawan,
bibir pecah-pecah dan pembengkakan pada
sendi. Vitamin C banyak terdapat pada buah[1]buahan yang berwarna
kuning kemerah[1]merahan, seperti
tomat, nanas, jeruk, dan
sayuran yang masih segar.
4) Vitamin D
Vitamin D membantu pembentukan tulang dan
gigi . Kekurangan vitamin D menyebabkan
penyakit tulang atau rakhitis serta pertumbuhan
tulang tidak normal. Vitamin D banyak
terkandung pada alpukat, pisang, bunga kol,
brokoli, susu, mentega, dan telur. Sinar
matahari dapat mengubah provitamin D yang
ada di bawah kulit menjadi vitamin D.
Provitamin adalah bahan baku pembentuk
vitamin.
5) Vitamin E
Vitamin E berguna untuk menjaga kesehatan
alat reproduksi, membentuk sel darah merah,
dan memperhalus kulit. Kekurangan vitamin E
dapat mengakibatkan kemandulan, keguguran
atau bayi meninggal dalam kandungan. Vitamin
E banyak terdapat pada kecambah, minyak ikan,
susu, kuning telur, dan wortel.
6) Vitamin K
Vitamin K membantu pembekuan darah saat
terjadi luka. Kekurangan vitamin K
mengakibatkan darah pada luka sukar
membeku. Vitamin K banyak terdapat pada
bayam, buncis, sawi, kacang-kacangan, kuning
telur, dan hati.
Makanan dengan nilai gizi seimbang yaitu
makanan yang mengandung 60% karbohidrat,
30% protein, 10% lemak, sedikit mineral, dan
sedikit vitamin. Makanan yang bergizi lengkap
dan seimbang menjadikan tubuh sehat.
C. Penyakit pada Alat Pencernaan dan
Pencegahannya
1) Penyakit Diare
Penyakit diare disebabkan oleh bakteri yang
menyerang usus. Bakteri ini masuk melalui
makanan. Penderita diare merasakan perutnya
perih, mulas dan sering buang air besar yang
bentuknya cair. Penderita dapat kekurangan
banyak cairan (dehidrasi) dalam tubuhnya.
Untuk mengganti cairan yang hilang, penderita
SIAP UN IPA SD 2019
50
sebaiknya minum oralit 2-3 kali sehari. Oralit
dapat diganti dengan melarutkan garam dan
gula ke dalam air matang.
2) Sariawan
Sariawan adalah peradangan yang terjadi pada
rongga mulut dan lidah. Peradangan tersebut
dapat berupa pecah-pecah dan perih pada mulut
dan lidah. Penyebabnya adalah kuman.
Sariawan menyerang tubuh karena tubuh
kekurangan vitamin C. Vitamin C banyak
terdapat pada sayur dan buah.
3) Hepatitis
Hepatitis adalah gangguan peradangan pada
organ hati. Penyebab hepatitis adalah virus
hepatitis. Penyakit ini umumnya menyerang
anak-anak dan remaja.
Ada beberapa jenis penyakit hepatitis, yaitu
hepatitis A, B, C, D dan E. Tanda-tanda
terserang hepatitis umumnya seperti gejala flu
dengan disertai badan lemah dan mual. Gejala
ini disertai nafsu makan berkurang, gatal-gatal
pada otot sendi, dan mengalami demam. Virus
hepatitis dapat menular melalui makanan,
minuman, dan cairan tubuh penderita. Virus
hepatitis juga dapat menular melalui jarum
suntik dan transfusi darah.
4) Maag (Radang Lambung)
Penyebab penyakit maag yaitu produksi
asamlambung yang terlalu banyak. Maag dapat
di-sebabkan pola makan yang tidak teratur.
Penderita maag akan merasakan perutnya perih,
mual dan kembung. Hal ini akan muncul saat
perut terasa lapar atau terlalu kenyang. Untuk
menjaga agar tidak menderita maag, sebaiknya
kamu makan makanan yang sehat secara teratur.
5) Penyakit Usus Buntu/Apendikitis
Apendikitis atau usus buntu adalah peradangan
yang terjadi pada usus buntu. Penderita akan
merasakan sakit di perut sebelah kanan bawah.
Apabila kaki dilipat ke arah perut maka rasa
sakit akan bertambah. Suhu badan penderita
tinggi. Cara penyembuhannya dengan terapi
pengobatan. Akan tetapi jika sudah terlalu sulit
untuk disembuhkan maka perlu dilakukan
operasi.
6) Tifus
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang
menyerang usus halus dan usus besar. Tanda[1]tandanya adalah panas
tinggi tidak segera turun,
dan perut terasa sakit.
7) Kencing Manis
Penyakit ini terjadi karena tubuh kekurangan
hormon insulin. Oleh karena itu zat gula yang
seharusnya diserap oleh tubuh dikeluarkan
melalui air seni.
8) Konstipasi
Konstipasi atau sembelit yaitu penyakit susah
buang air besar. Penyebabnya antara lain kurang
makan makanan berserat. Contoh makanan
berserat adalah sayur, buah, dan biji-bijian.
Untuk menjaga kesehatan tubuh dapat
dilakukan dengan sebagai berikut.
a. Makan makanan yang bergizi, bersih, dan sehat
secara teratur.
b. Makan tidak berlebihan. Artinya sesuai dengan
usia, aktivitas, dan kebutuhan tubuh atau sesuai
porsinya.
c. Minum air yang cukup.
d. Menjaga kebersihan badan dan lingkungan.
e. Tidak membiasakan jajan di sembarang tempat.
f. Istirahat yang cukup
g. Olahraga secara teratur.