RANGKUMAN MATERI BIOLOGI SIAP SNMPTN/UN
by ari
INVERTEBRATA
Semua hewan yang tidak memiliki tulang belakang dikelompokkan dalam
Invertebrata (avertebrata). Secara embriologi, hewan ada yang memiliki dua
lapisan kulit, hewan demikian dinamakan diploblastik. Untuk hewan yang memiliki
tiga lapisan kulit dalam tubuhnya dinamakan triploblastik.
A. PORIFERA
Porifera adalah hewan yang berlubang lubang (berpori), hidup diair tawar,
dirawa, dilaut yang dangkal , air jernih dan tenang. Tubuhnya tersusun atas
jaringan diploblastik ( dua lapisan jaringan ). Lapisan luar tersusun oleh sel
epidermis dan lapisan dalam tersusun atas sel sel leher (koanosit). Tubuh
menyerupai vas bunga, memiliki rongga tubuh (spongosol) dan lubang keluar
(oskulum), tubuh lunak, permukaannya berpori (ostium).
Porifera memiliki dua lapisan jaringan, yaitu:
a. Lapisan luar, tersusun atas sel sel yang berbentuk pipih, berfungsi sebagai
epidermis. Sel ini dinamakan pinakosit.
b. Lapisan dalam, tersusun atas sel sel berbentuk corong dan memiliki flagel.
Sel ini dinamakan koanosit.
1.
Klasifikasi Porifera
Porifera terdiri atas 4 Kelas, yaitu :
a. Calcarea
Sel koanosit besar, kerangka tubuh dari CaCO3 , hidup dilaut dangkal.
Contoh : Scypha
2.
b. Hexactinellida
Tubuh enam cabang atau kurang, rangka dari silikat.
Contoh : Pheronema
c. Demospongiae
Hidup diair tawar, perairan yang terkena cahaya matahari, kerangka tubuh dari
silikat, spongin, atau campuran keduanya.
Contoh : Spongia
d. Selenospongiae
Memiliki spikula yang tersusun atas silikat.
2. Manfaat Porifera
Porifera menguntungkan manusia karena sponnya dapat digunakan untuk alat gosok
tubuh. Tubuh Porifera yang mati dapat digunakan sebagai hiasan
B. COELENTERATA
Colenterata merupakan hewan yang memiliki rongga. Termasuk hewan diploblastik,
tubuh simetri radial. Lapisan selnya terdiri dari ektoderm dan endoderm. Antara
ekstoderm dan endoderm terdapat mesoglea. Pada tubuh bagian atas terdapat
mulut, yang dikelilingi tentakel. Pada permukaan tentakel terdapat knidoblas
(sel penyengat / nematosis). Hidup di air tawar maupun air laut.Tubuhnya dapat
melekat pada dasar perairan.
Coelenterata memiliki dua bentuk, yaitu :
a. Polip, hidup soliter (menyendiri) tetapi ada yang berkoloni, tidak dapat
bergerak bebas, melekat pada dasar perairan.
b. Medusa, dapat menghasilkan dua macam gamet yaitu gamet jantan dan betina.
Medusa dapat melepaskan diri dari induk dan berenang bebas didalam air. Bentuk
seperti payung dengan tentakel yang melambai lambai.
1. Klasifikasi Coelenterata.
Coelenterata dibedakan menjadi 3 Kelas, yaitu :
a. Hydrozoa
Hidup soliter berbentuk polip, sedang yang berkoloni berbentuk polip dan
medusa.
Contoh : Hydra, Obelia, Physalia.
b. Scyphozoa
Hidup menempel pada dasar perairan, memiliki benuk medusa. Medusa berukuran
besar, banyak terdapat ditepi pantai sebagai ubur ubur. Tentakelnya mengandung
nematosis yang dapat mengeluarkan racun.
Contoh : Aurelia aurita (Ubur-ubur).
c. Anthozoa
Sering dinamakan binatang bunga atau anemon laut, tubuh berbentuk polip, hidup
diair laut yang jernih. Dapat menghasilkan kerangka yang keras dari kapur.
Kerangka inilah yang merupakan batu / terumbu karang. Ada juga yang kerangka
luarnya dari zat tanduk.
Contoh : Anemon, Euplexaura antipathes (Akar bahar).
2. Manfaat Coelenterata
Ubur ubur dapat dimakan, anemon laut, mawar laut dapat digunakan sebagai hiasan
dalam akuarium.
Dilaut hewan ini membentuk terumbu karang, sebagai tempat berlindung ikan dan
tempat wisata.
C. PLATYHELMINTHES ( Cacing pipih)
Cacing merupakan hewan yang tubuhnya lunak, tidak bercangkang, tubuh simetri
bilateral. Hidup dialam bebas, parasit pada organisme. Cacing memiliki tiga
lapisan kulit, yaitu :
1. Ektoderm, lapisan luar berkembang menjadi kulit.
2. Mesoderm, lapisan tengah berkembang menjadi otot, dan beberapa organ tubuh.
3. Endoderm, lapisan dalam berkembang menjadi usus.
Tubuh cacing pipih dorsoventral (pipih kearah punggung dan perut), tidak
berbuku buku. Tempat hidup disungai, di danau, dilaut , parasit pada tubuh
organisme lain.
1. Klasifikasi Platyhelminthes.
Platyhelminthes, terdiri dari 3 kelas, yaitu :
a. Turbellaria (Cacing berbulu getar).
Turbellaria merupakan cacing pipih, dapat bergerak dengan bulu getar. Hidup
bebas , diair tawar yang jernih dan belum tercemar.
Contoh : Planaria
b. Trematoda (Cacing Isap).
Cacing pipih yang hidup parasit pada hewan dan manusia.Memiliki alat penghisap
yang dilengkapi dengan kait untuk melekatkan diri pada tubuh inang. Contoh :
1. Fasciola
Sering disebut cacing hati, Fasciola hepatica hidup dihati domba dan Fasciola
gigantica hidup di hati sapi.
2. Chlonorchis
Cacing hati yang hidup pada manusia. Banyak terdapat didaerah Cina, Jepang,
Vietnam. Cacing dewasa hidup disaluran empedu dan keluar bersama feses. Jika
telur termakan siput akan berkembang menjadi sporokista, kemudian menjadi
redia. Redia menghasilkan serkaria dan keluar dari tubuh siput, berenang
mencari inang ikan air tawar. Serkaria hidup pada otot ikan berupa
metaserkaria. Jika ikan yang mengandung metaserkaria dimakan manusia maka
metaserkaria akan masuk saluran pencernaan makanan dan akhirnya ke empedu.
3. Schistosoma
Disebut cacing darah, hidup pada vena. Inang berupa manusia,babi, biri-biri,
sapi dan binatang mengerat. Di Indonesia cacing ini ditemukan di Sulawesi.
c. Cestoda (Cacing Pita)
Cestoda memiliki tubuh pipih, beruas-ruas, kulit dilapisi kitin, parasit pada
hewan dan manusia. Ruas-ruas (segmen) tubuh disebut proglotid, setiap proglotid
mampu melakukan aktivitas sendiri. Segmen pertama untuk menempel pada usus
inang dinamakan skoleks (kepala). Semakin kebelakang proglotid semakin besar
dan dewasa.
Contoh : Taenia saginata sebagai inang sementara sapi, Taenia solium sebagai
inang sementara babi.
2. Manfaat Platyhelminthes
Cacing pipih kebanyakan merugikan bagi manusia. Karena umumnya bersifat
parasit.
D. NEMATHELMINTHES
Tubuh tersusun 3 lapisan (triploblastik),tidak beruas, gilig, pada bagian depan
terdapat mulut, ukuran tubuh kecil. Kulit halus dan licin dan dilapisi
kutikula. Hidup dialam bebas, air, tanah, parasit pada manusia dan hewan.
Contoh :
1. Ascaris lumbricoides ( Cacing Usus ).
Hidup dalam usus manusia, kedua ujung meruncing, berwarna merah muda. Cacing
jantan kecil dan ekornya bengkok, yang betina besar dan ekor lurus.
2. Ancylostoma duodenale (Cacing Tambang )
Cacing ini hidup diusus manusia, menghisap darah penderita, dapat menginfeksi
melalui kulit kaki. Ancylostoma duodenale hidup di Afrika, sedangkan Necator
americanus hidup di Amerika.
3. Enterobius vermicularis ( Cacing Kremi )
Disebut juga Oxyuris vermicularis, menyebabkan rasa gatal pada dubur. Penularan
mudah sekali dan tidak dperlukan inang perantara.
4. Trichinella spiralis
Hidup pada usus manusia. Pada usus manusia cacing dewasa dapat menghasilkan
larwa yang dapat menembus saluran peredaran darah.
5. Wuchereria bancrofti (Cacing Filaria )
Disebuit juga cacing Filaria, bentuk gilig memanjang seperti benang. Hidup
dalam pembuluh getah bening di kaki, sehingga cacing dapat menyumbat pembuluh
limfe. Akibatnya kaki menjadi bengkak dan membesar seperti kaki gajah. Penyakit
karena cacing Filaria dinamakan Elephantiasis.
E. ANNELIDA
Bentuk tubuh gilig, memanjang, tersusun atas ruas atau segmen. Segmen segmen
yang sama dinamakan metameri. Tubuh tersusun triploblastik.
Annelida terdiri 3 kelas, yaitu :
1. Polychaeta
Cacing ini banyak memiliki rambut, beruas-ruas, tiap ruas memiliki parapodia
dan seta, memiliki sadel (klitelum),hidup dilaut.
Contoh : Eunice viridis (Cacing Palolo), Lysidice oele (Cacing Wawo)
2. Oligochaeta
Anggota cacing ini memiliki sedikit seta, sering disebut cacing berambut
sedikit. Pada bagian depan terdapat ruas yang warnanya berbeda dinamakan
klitelum yang tersusun tiga ruas, didalamnya terdapat kelenjar yang berguna
membungkus telur.
Contoh : Pheretima sp. , Lumbricus sp. (keduanya merupakan cacing tanah)
3. Hirudinea
Merupakan cacing penghisap darah atau golongan lintah, tubuh beruas-ruas,
pipih, berwarna hitam kecoklatan,hidup diair dan didarat.
Contoh : Hirudo medicinalis (hidup diair), Haemadipsa javanica (Pacet, hidup
didarat).
F. MOLUSCA
Tubuh lunak, tidak beruas-ruas, simetri bilateral, memiliki lapisan mantel yang
berfungsi memproduksi zat kapur sebagai bahan cangkang, memiliki cangkang atau
tidak. Cangkang terbuat dari zat kapur, terletak diluar tubuh, ada juga yang
didalam tubuh.
Molusca terdiri 5 kelas, yaitu :
1. Amphieura
Tubuh pipih, tidak ditemukan bagian kepala , memiliki punggung yang dilindungi
cangkang.
Contoh : Chiton, Chaetopleura apiculata, Neomenia carimata
2. Gastropoda
Bergerak menggunakan perut,tubuh memiliki cangkang yang melintir, kepala
dibagian depan, pada bagian kepala terdapat tentakel panjang yang terdapat
bintik mata dan tentakel pendek berfungsi sebagai indera pembau dan peraba.
Hidup di darat, air tawar, air laut. Bersifat hermafrodit, perkawinan silang.
Pembuahan terjadi ditubuh betina.
Contoh : Achatina fulica (bekicot), Lymnea (siput sawah), Melania (sumpil)
3. Scaphopoda
Memiliki cangkok berbentuk silinder, kedua ujung terbuka, kaki muncul dari
ujung cangkang yang berfungsi untuk menggali pasir. Hidup dilaut, terpendam
dipasir atau lumpur.
Contoh : Dentalium vulgare
4. Bivalvia
Disebut juga Pelecypoda, hewan ini memiliki dua cangkang yang setangkup. Kedua
cangkang diikat oleh jaringan ikat yang berfungsi sebagai engsel. Cangkang
tersusun atas :
1. Periostrakum : lapisan terluar, tipis, terdiri zat tanduk
2. Prismatik : lapisan tengah, tersusun CaCo3 ¬
3. Nakreas : lapisan terdalam, mengkilap, merupakan lapisan mutiara.
Contoh :
1. Ostrea ( tiram )
2. Panope generosa ( kerang raksasa )
3. Meleagrina ( kerang mutiara )
4. Corbicula ( remis )
5. Anodonta ( kijing )
5. Cephalopoda
Cephalopoda menggunakan kepala sebagai alat gerak, memiliki tentakel pada
kepala, terdapat sepasang mata yang tidak berkelopak. Didekat kepala terdapat
corong (sifon) yang dapat menyemprotkan air. Pada bagian perut terdapat kantung
tinta.
Cephalophoda terdiri dari 2 ordo, yaitu :
1. Tetrabranchiata, contoh : Nautilus
2. Dibranchiata, contoh : Loligo (cumi-cumi), Sepia (ikan sotong), Octopus
(gurita)
Manfaat Mollusca
1. Menghasilkan daging sebagai sumber protein.
2. Penghasil mutiara
3. Untuk hiasan
G. ARTHROPODA
Tubuh bersegmen, alat gerak bersegmen, rangka luar berupa kutikula. Hidup
didarat, air tawar, air laut, pohon -pohon, menempel pada hewan piaraan.
Arthropoda terdiri dari 4 kelas, yaitu :
1. Crustacea (Kelas Udang).
Hidup diair, tubuh terdiri dari kepala-dada (Cephalothorax), badan belakang (
Abdomen).
Contoh :
a. Neptunus pelagicus (rajungan)
b. Portunus sexdentalus (kepiting)
c. Penaeus (udang windu)
d. Cambarus virilis (udang air tawar)
2. Arachnoidea
Ditemukan didalam atau dipermukaan tanah, tubuh terdiri kepala-dada, abdomen.
Antara cephalothorax dan abdomen terdapat pedisel (bagian menyempit).
Contoh :
a. Thelyphonus condutus (kalajengking)
b. Araneus (laba-laba)
c. Dermacentor (tungau)
d. Sarcoptes scabies (caplak)
3. Myriapoda
Hewan berkaki banyak, tubuh beruas ruas, terdiri dari kepala (caput), perut
(abdomen), tidak memiliki dada, ditemukan didalam atau permukaan tanah.
Contoh : Julus terristris (Keluwing), Scolopendra sp.(Lipan).
4. Insecta / Hexapoda
Tubuh terdiri atas kepala (caput), dada (thorax), perut (abdomen). Hidup bebas
dialam, hidup parasit, dapat beradaptasi dengan segala kondisi.
Klasifiksi Insecta / Hexapoda :
a. Apterygota
Serangga tidak bersayap, tidak bermetamorfosis, kepala, dada, perut tidak jelas
perbedaannya, mulut menggigit.
Contoh : Lepisma (kutu buku)
b. Pterygota
Serangga bersayap, terdiri dari beberapa ordo antara lain :
1. Odonata contoh : Capung
2. Orthoptera contoh : Stagmomantis (belalanng sembah)
3. Isoptera/Archiptera contoh: Helmithermes sp.(rayap).
4. Hemiptera contoh : Cimex (kutu busuk), Leptocorisa acuta (walang sangit)
5. Homoptera contoh : Pediculus capitis (kutu kepala)
6. Coleoptera contoh : Dysticus marginalis (kepik air)
7. Lepidoptera contoh : Attacus atlas (Kupu Gajah)
8. Diptera contoh : Musca domestika (lalat rumah), Culex sp.
9. Shiponoptera contoh : Clenocephalus felis (kutu kucinng)
10. Hymenoptera contoh : Apis cerana (lebah madu), Xylocopa sp.
Peran Serangga bagi Manusia
a. Yang Menguntungkan
1. Lebah madu menghasilkan madu.
2. Ulat sutera, penghasil benang sutera
3. Membantu penyerbukan
4. Pengendali populasi hama secara biologis (serangga predator).
5. Membantu mengurai sampah
c. Yang Merugikan
1. Larva Lepidoptera merusak daun tanaman.
2. Nyamuk dan lalat penular penyakit
3. Walang sangit merusak padi
4. Wereng merusak padi
H. ECHINODERMATA
Hewan yang memiliki kulit berduri, kulit keras terbuat dari zat kapur
maupun kitin, tubuh simetri radial, memiliki lima lengan, mulut dibawah dan
anus diatas, hidup dilaut dengan air yang jernih, dan tidak bergelombang.
1. Klasifikasi Echinodermata
Echinodermata terdiri atas 5 kelas, yaitu :
a. Asteroidea
Bentuk seperti bintang, organ organ bercabang kelima lengan, warna hitam, biru
kecoklatan, merah jingga. Banyak dijumpai dipantai.
Contoh : Astropecten irregularis, Crossaster supposus, Culcita sp.
b. Ophiuroidea
Lengan panjang menyerupai ular, sering disebut bintang ular laut, tidak
memiliki anus. Warna kehitam hitaman, terdapat disela sela bebatuan.
Contoh : Ophiolepsis sp. (Bintang Ular)
c. Crinoidea
Mirip dengan tumbuhan, memiliki 5 lengan yang bercabang cabang, melekat pada
bebatuan.
Contoh : Antedon, Ptilocrinus pinnatus (Lilia Laut)
d. Echinoidea
Tubuh dipenuhi duri yang terbuat dari zat kapur, ada yang pendek dan ada yang
panjang, bentuk bulat, tidak memiliki lengan.
Contoh : Deadema saxatile (Landak Laut).
e. Holothuroidea
Tubuh tidak berduri, kulit halus dan lunak, bentuk tubuh seperti ketimun, warna
coklat, kehitaman dan putih, banyak dijumpai ditepi pantai.
Contoh : Holothuria atra (Teripang Hitam)
2. Manfaat Echinodermata
1. Bintang laut untuk hiasan.
2. Teripang untuk bahan kerupuk.
3. Sebagai pembersih pantai
SEL
DAN ORGANEL
1. Pengaertian sel dan Organel
Sel merupakan unit terkecil tubuh makhluk hidup. Baik
secara struktural maupun fungsional.
2. Sejarah penemuan sel
Pada awalnya sel digambarkan pada tahun 1665 oleh
seorang ilmuwan Inggris Robert Hooke yang telah meneliti irisan tipis gabus
melalui mikroskop yang dirancangnya sendiri. Kata sel berasal dari kata
Latin cellulae yang berarti ‘kamar-kamar kecil’. Anton van Leeuwenhoek
melakukan banyak pengamatan terhadap benda-benda dan jasad-jasad renik dan
menunjukkan pertama kali pada dunia ada “kehidupan di dunia lain” yang belum
pernah dilihat oleh manusia. Karyanya menjadi dasar bagi cabang biologi yang
penting saat ini: mikrobiologi.
Perkembangan mikroskop selama hampir 200 tahun
berikutnya telah memberikan kesempatan bagi para ahli untuk meneliti susunan
tubuh makhluk hidup. Serangkaian penelitian telah dilakukan oleh 2 orang
ilmuwan dari [[Jerman] yaitu Matthias Schleiden (ahli tumbuhan, 1804-1881) dan
Theodor Schwann (ahli hewan, 1810-1882). Mereka menyimpulkan bahwa setiap mahluk
hidup tersusun atas sel. Selanjutnya pada tahun 1885 seorang ilmuwan Jerman,
Rudolf Virchow, mengamati bahwa sel dapat membelah diri dan membentuk sel-sel
baru.
3. Struktur dan Fungsi Sel
Secara anatomis sel dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:
1. Selaput Plasma (Membran Plasma atau Plasmalemma).
2. Sitoplasma dan Organel Sel.
3. Inti Sel (Nukleus).
1. Selaput Plasma (Plasmalemma)
Yaitu selaput atau membran sel yang terletak paling luar
yang tersusun dari senyawa kimia Lipoprotein (gabungan dari senyawa lemak atau
Lipid dan senyawa Protein).
Lipoprotein ini tersusun atas 3 lapisan yang jika ditinjau dari luar ke dalam
urutannya adalah:Protein – Lipid – Protein Þ Trilaminer Layer
2. Sitoplasma dan Organel Sel.
Hampir semua kegiatan metabolisme berlangsung di dalam
ruangan berisi cairan kental ini.
Organel Sel tersebut antara lain :
a. Retikulum Endoplasma (RE.)Yaitu struktur berbentuk
benang-benang yang bermuara di inti sel.
Dikenal dua jenis RE yaitu :
• RE. Granuler (Rough E.R)
• RE. Agranuler (Smooth E.R)
Fungsi R.E. adalah : sebagai alat transportasi zat-zat
di dalam sel itu sendiri. Struktur R.E. hanya dapat dilihat dengan mikroskop
elektron.
b. Ribosom (Ergastoplasma),
Struktur ini berbentuk bulat terdiri dari dua partikel
besar dan kecil, ada yang melekat sepanjang R.E. dan ada pula yang soliter.
Ribosom merupakan organel sel terkecil yang tersuspensi di dalam sel.
Fungsi dari ribosom adalah : tempat sintesis protein.Struktur ini hanya dapat
dilihat dengan mikroskop elektron.
c. Miitokondria (The Power House),
Struktur berbentuk seperti cerutu ini mempunyai dua
lapis membran.Lapisan dalamnya berlekuk-lekuk dan dinamakan KristaFungsi
mitokondria adalah sebagai pusat respirasi seluler yang menghasilkan banyak ATP
(energi) ; karena itu mitokondria diberi julukan “The Power House”.
d. Lisosom,
Fungsi dari organel ini adalah sebagai penghasil dan
penyimpan enzim pencernaan seluler. Salah satu enzi nnya itu bernama Lisozym.
e. Badan Golgi (Apparatus Golgi = Diktiosom)
Organel ini dihubungkan dengan fungsi ekskresi sel, dan
struktur ini dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop cahaya biasa. Organel
ini banyak dijumpai pada organ tubuh yang melaksanakan fungsi ekskresi,
misalnya ginjal.
f. Sentrosom (Sentriol)
Struktur berbentuk bintang yang berfungsi dalam
pembelahan sel (Mitosis maupun Meiosis). Sentrosom bertindak sebagai benda
kutub dalam mitosis dan meiosis. Struktur ini hanya dapat dilihat dengan
menggunakan mikroskop elektron.
g. Plastida
Dapat dilihat dengan mikroskop cahaya biasa.
Dikenal tiga jenis plastida yaitu :
1. Lekoplas (plastida berwarna putih berfungsi sebagai penyimpan
makanan),terdiri dari:
• Amiloplas (untak menyimpan amilum) dan,
• Elaioplas (Lipidoplas) (untukmenyimpan lemak/minyak).
• Proteoplas (untuk menyimpan protein).
2. Kloroplas yaitu plastida berwarna hijau. Plastida ini berfungsi menghasilkan
klorofil dan sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis.
3. Kromoplas yaitu plastida yang mengandung pigmen, misalnya :
• Karotin (kuning)
• Fikodanin (biru)
• Fikosantin (kuning)
• Fikoeritrin (merah)
h. Vakuola (RonggaSel)
Beberapa ahli tidak memasukkan vakuola sebagai organel
sel. Benda ini dapat dilihat dengan mikroskop cahaya biasa. Selaput pembatas
antara vakuola dengan sitoplasma disebut TonoplasVakuola berisi :
• garam-garam organik
• glikosida
• tanin (zat penyamak)
i. Mikrotubulus
Berbentuk benang silindris, kaku, berfungsi untuk
mempertahankan bentuk sel dan sebagai “rangka sel”. Contoh organel ini antara
lain benang-benang gelembung pembelahan Selain itu mikrotubulus berguna dalam
pembentakan Sentriol, Flagela dan Silia.
j. Mikrofilamen
Seperti Mikrotubulus, tetapi lebih lembut. Terbentuk
dari komponen utamanya yaitu protein aktin dan miosin (seperti pada otot).
Mikrofilamen berperan dalam pergerakan sel.k. Peroksisom (Badan Mikro)
Ukurannya sama seperti Lisosom. Organel ini senantiasa berasosiasi dengan
organel lain, dan banyak mengandung enzim oksidase dan katalase (banyak
disimpan dalam sel-sel hati).
3. Inti Sel (Nukleus)
Inti sel terdiri dari bagian-bagian yaitu :
• Selapue Inti (Karioteka)
• Nukleoplasma (Kariolimfa)
• Kromatin / Kromosom
• Nukleolus(anak inti).
Berdasarkan ada tidaknya selaput inti kita mengenal 2
penggolongan sel yaitu :
- Sel Prokariotik (sel yang tidak memiliki selaput
inti), misalnya dijumpaipada bakteri, ganggang biru.
- Sel Eukariotik (sel yang memiliki selaput inti).
Fungsi dari inti sel adalah : mengatur semua aktivitas (kegiatan) sel, karena
di dalam inti sel terdapat kromosom yang berisi ADN yang
5. Sel Hewan dan Sel Tumbuhan
Sel Tumbuhan
|
Sel Hewan
|
Sel Bakteri
|
Sel tumbuhan lebih besar daripada sel hewan.
|
Sel hewan lebih kecil daripada sel tumbuhan
|
Sel bakteri sangat kecil.
|
Mempunyai bentuk yang tetap
|
Tidak mempunyai bentuk yang tetap
|
Mempunyai bentuk yang tetap.
|
Mempunyai dinding sel [cell wall] dari selulosa
|
Tidak mempunyai dinding sel [cell wall]
|
Mempunyai dinding sel [cell wall] dari lipoprotein
|
Mempunyai plastida
|
Tidak mempunyai plastida
|
Tidak mempunyai plastida.
|
Mempunyai vakuola [vacuole] atau rongga sel yang besar
|
Tidak mempunyai vakuola [vacuole], walaupun kadang-kadang sel
beberapa hewan uniseluler memiliki vakuola (tapi tidak sebesar yang dimiliki
tumbuhan). Yang biasa dimiliki hewan adalah vesikel atau [vesicle]
|
Tidak mempunyai vakuola
|
Menyimpan tenaga dalam bentuk butiran (granul) pati
|
Menyimpan tenaga dalam bentuk butiran (granul) glikogen
|
|
Tidak Mempunyai sentrosom
|
Mempunyai sentrosom [centrosome]
|
Tidak Mempunyai sentrosom [centrosome]
|
Tidak memiliki lisosom [lysosome]
|
Memiliki lisosom [lysosome]
|
|
Nukleus lebih kecil daripada vakuola
|
Nukleus lebih besar daripada vesikel
|
Tidak memiliki nukleus dalam arti sebenarnya
|
Klasifikasi Morfologi
Tumbuhan
a.
Thallophyta
Thallophyta merupakan tumbuhan yang paling sederhana tingkatannya dibandingkan
dengan kelompok tumbuhan yang lain. Thallophyta adalah tumbuhan bertalus,
artinya tumbuhan tersebut belum memiliki organ tubuh yang jelas, seperti akar,
batang, dan daun. Untuk melestarikan kehidupannya, tumbuhan ini mempunyai tubuh
yang sederhana tetapi memiliki fungsi yang sama dengan organ tubuh tanaman pada
umumnya.
b.
Fungi (jamur)
Berdasarkan struktur tubuhnya, jamur digolongkan ke dalam tumbuhan
tingkat rendah (Thallophyta), tetapi jika dilihat dari
ada tidaknya klorofil maka jamur dikelompokkan tersendiri, tidak dijadikan satu
kelompok dengan tumbuhan yang lain. Jamur tidak mempunyai klorofil maka tidak
dapat mensintesa sendiri makanan yang diperlukan. Mereka mengambil dari
sisa-sisa organisme dan mencernanya dengan cara enzimatis. Karena suhu dan
kelembaban yang tinggi maka di Indonesia ditemukan banyak sekali jamur
dari berbagai jenis.
Berbagai jenis jamur
Jamur
dikelompokkan menjadi beberapa golongan, yaitu.
1) Oomycotina (contoh: Pithium sp, Phytophora sp),
2) Zygomycotina (contoh Rhizopus oryzae, Rhizopus nigricans),
3) Ascomycotina (contoh: Saccharomyces crevice, Penicillium notatum),
4) Basidiomycotina (contoh: Volvariella volvacea, Puccinia graminis),
5) Deuteromycotina (contoh Chladosporium sp, Curvularia sp).
c. Lumut kerak (Lichenes)
Lumut kerak merupakan simbiosis antara alga hijau
(Cyanophyta) dengan jamur dari kelompok Ascomycotina atau Basidiomycotina.
c.
Tumbuhan lumut (Bryophyta)
Tumbuhan lumut susunan
tubuhnya lebih kompleks dibanding dengan Thallophyta. Dalam daur hidupnya
terdapat pergantian keturunan (metagenesis) antara turunan vegetatif dengan
turunan generatif. Gametofit lebih menonjol dibanding sporofit. Gametofit
merupakan turunan vegetatif yang melekat pada substrat dengan menggunakan
rizoid. Sporofit merupakan turunan vegetatif berupa badan penghasil spora
(sporangium). Sporofit itu tumbuh pada gametosit bersifat parasit. Habitatnya
di daratan yang lembab, ada pula yang hidup sebagai epifit. Tubuhnya tidak
memiliki berkas pembuluh (vaskular seperti pembuluh xilem dan floem).
Berdasarkan struktur tubuhnya dibedakan atas lumut hati (Hepaticae) dan lumut
daun (Musci).
d.
Tumbuhan paku-pakuan
(Pteridophyta)
Tumbuhan paku-pakuan sudah memiliki akar, batang dan daun, sehingga
tingkatannya lebih tinggi dibanding tumbuhan lumut. Pada batang sudah terdapat
jaringan pengangkut xilem dan floem yang teratur. Seperti halnya lumut, tanaman
ini dalam reproduksinya mengalami metagenesis, turunan gametofit dan
sporofitnya bergantian. Sporofit yang bersifat autotrop merupakan tumbuhan yang
sempurna, sehingga mempunyai usia yang relatif panjang dibandingkan dengan
gametofitnya. Generasi gametofitnya berupa protalium, merupakan tumbuhan yang
tidak sempurna walaupun bersifat autotrop. Oleh karena itu, usianya relatif
pendek. Ciri morfologis yang tampak adalah ujung daun yang masih muda
terlihat menggulung. Embrionya berkutub dua (bipolar), sedangkan tumbuhan
dewasanya berkutub satu (monopolar). Tumbuhan paku-pakuan dapat tumbuh
dengan baik pada lingkungan yang lembap dan ada beberapa jenis paku-pakuan
yang dapat hidup di dalam air.
f. Spermatophyta
Dilihat dari struktur tubuhnya, anggota Spermatophyta merupakan tumbuhan
tingkat tinggi. Organ tubuhnya lengkap dan sempurna, sudah terlihat adanya
perbedaan antara akar, batang dan daun yang jelas atau sering disebut dengan
tumbuhan berkormus (Kormophyta). Sporofit merupakan tanaman yang utama,
sedangkan gametofitnya merupakan bagian tanaman yang nantinya akan mereduksi.
Tumbuhan yang menjadi anggota Spermatophyta menggunakan biji sebagai alat
reproduksi, melalui fertilisasi antara spermatozoid yang dibentuk dalam kepala
sari dengan ovum dalam kandung lembaga. Hasil fertilisasi akan disimpan dalam
biji yang dilindungi oleh kulit biji dan akan disuplai nutrisi dari endosperm
(cadangan makanan). Berdasarkan kondisi bijinya, Spermatophyta digolongkan
menjadi tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae) dan tumbuhan berbiji tertutup
(Angiosperma
e)
1) Gymnospermae
Ciri morfologi tumbuhan ini adalah berakar tunggang, daun sempit, tebal dan
kaku, biji terdapat dalam daun buah (makrosporofil) dan serbuk sari terdapat
dalam bagian yang lain (mikrosporofil), daun buah penghasil dan badan penghasil
serbuk sari terpisah dan masingmasing disebut dengan strobillus. Ciri-ciri
anatominya memiliki akar dan batang yang berkambium, akar mempunyai kaliptra,
batang tua dan batang muda tidak mempunyai floeterma atau sarung tepung, yaitu
endodermis yang mengandung zat tepung. Pembuahan tunggal dan selang
waktu antara penyerbukan dengan pembuahan relatif lama. Berkas pembuluh
angkut belum berfungsi secara sempurna berupa trakeid. Yang termasuk
golongan ini adalah Cycas rumphii (pakis haji), Ginko opsida (ginko).
2) Angiospermae
Tanaman angiospermae mempunyai ciri-ciri morfologi sebagai berikut mempunyai
bunga yang sesungguhnya, bentuk daun pipih dan lebar dengan susunan daun yang
bervariasi, bakal biji tidak tampak terlindung dalam daun buah atau putik,
terjadi pembuahan ganda, pembentukan embrio dan endosperm berlangsung dalam
waktu yang hampir bersamaan. Angiospermae dibedakan menjadi dua kelas
berdasarkan keping biji (kotiledon), adalah sebagai berikut.
a) Monokotiledon, yaitu tumbuhan yang
mempunyai keping biji tunggal. Contohnya kelapa (Cocos nucifera), melinjo
(Gnetum gnemon).
b) Dikotiledon, yaitu tumbuhan yang
mempunyai keping biji dua. Contohnya petai (Parkia speciosa), cabe rawit
(Capsicum frustescens).
PEMBELAHAN SEL
Pembelahan Sel secara Mitosis dan Meiosis
Proses pembelahan mitosis terjadi pada semua sel tubuh
makhluk hidup, kecuali pada gonad (sel kelamin) yang menghasilkan sel kelamin.
Pembelahan ini menyebabkan terjadinya proses pertumbuhan dan perkembangan
jaringan dan organ tubuh makhluk hidup.
Siklus Sel
Siklus sel adalah rangkaian peristiwa perkembangan sel dengan
urutan tertentu yang akan kembali pada tahap semula. Siklus sel terdiri dari
dua tahap, yaitu interfase dan tahap mitotik. Interfase merupakan fase
antara mitosis yang satu dengan mitosis berikutnya. Interfase terdiri atas tiga
tahap yaitu GI (awal dari interfase), tahap S, dan tahap G2 (akhir dari
interfase). Pada fase S terjadi sintesis atau duplikasi DNA.
Pembelahan Mitosis
Pembelahan mitosis merupakan pembelahan sel yang terjadi
apabila sel anak mempunyai jumlah kromosom sama dengan jumlah kromosom
induknya. Fase-fase pembelahan mitosis adalah profase, metafase, anafase, dan
telofase. Dalam sekali membelah terdapat interfase. Selama interfase tidak
tampak adanya struktur kromosom .
Interfase
Pada fase ini sel belum melakukan kegiatan pembelahan
tetapi sel sudah siap untuk membelah. Selama interfase sel tampak keruh dan
benang-benang kromatin halus lama-kelamaan akan kelihatan. Beberapa ahli
menganggap interfase bukan merupakan salah satu tahap dalam mitosis sehingga
interfase sering disebut fase istirahat.
Profase
· Fase terlama dan
paling banyak memerlukan energi-energi yang terkumpul selama interfase
digunakan untuk membentuk gelondong-gelondong pembelahan.
· Pada profase
selaput inti dan membran inti melebur sehingga sel tidak tampak memiliki
membran inti.
· Benang kromatin
memendek dan menebal membentuk kromosom. Setiap kromosom melakukan duplikasi
menjadi kromatid.
· Pada sel manusia
dan sel hewan, sentriol berpisah kemudian menuju kutub berlawanan dan terbentuk
benang spindel.
Metafase
Membran inti sudah menghilang dan kromosom-kromosom
berkumpul pada bidang ekuator, yaitu bidang tengah dari sel sehingga kromosom
tampak paling jelas. Sentromer dari seluruh kromosom membuat formasi sebaris.
Kromatid menggantung pada benang-benang spindel melalui sentromer. Pada
metafase, tampak adanya dua kromatid hasil penggandaan pada profase yang sedang
mengalami pembagian menjadi dua.
Anafase
Pada fase ini sentromer membelah dan kedua kromatid dari
setiap kromosom berpisah. Selanjutnya kromatid bergerak menuju ke kutub sel
melalui benang-benang spindel. Karena benang spindel melekat pada sentromer
maka sentromer bergerak terlebih dahulu pada pergerakan kromosom ke kutub sel.
Tiap kromatid hasil pembelahan mempunyai sifat yang sama dengan induknya
sehingga setiap kromatid merupakan kromosom baru.
Telofase
Kromosom yang telah berada di daerah kutub masing-masing
makin lama makin menipis, kemudian berubah menjadi benang-benang kromatin yang
tipis. Serabut gelondong lenyap, sedangkan membran inti dan inti mulai
terbentuk kembali. Selanjutnya terjadi peristiwa pembagian inti (kariokinesis)
dan sitoplasma terbagi menjadi dua bagian (sitokinesis). Masing-masing bagian
mengandung satu nukleus yang memiliki 2n kromosom (diploid). Terbentuknya 2 sel
anak yang mempunyai jumlah kromosom sama dengan induknya.
Pembelahan Meiosis
Pembelahan meiosis merupakan pembelahan sel yang
menghasilkan sel anak dengan jumlah kromosom setengah dari jumlah kromosom sel
induknya. Meiosis terjadi pada alat reproduksi, yaitu pada gametosit (sel
kelamin jantan dan sel kelamin betina). Pembelahan kromosom berlangsung dua
kali berurutan tanpa diselingi interfase, yaitu meiosis I dan meiosis II.
Meiosis I
Profase I
Pada profase I terjadi beberpa tahapan, yaitu sebagai
berikut.
- Leptonema (leptoten), kromatin membentuk kromosom.
- Zigonema (zigoten), terbentuk pasangan kromosom homolog.
- Pakinema (pakiten), kromosom mengganda menjadi 2
kromatid.
- Diplonema (diploten), kromatid menebal, membesar, rapat,
dan bergandengan.
- Diaknesis, terjadi pindah silang rekombinasi gen, dan
sentriol berpisah.
Metafase I
Pasangan kromosom homolog mengatur diri dan saling
berhadapan di daerah ekuator. Setengah dari pasangan kromosom homolog mengarah
ke kutub yang satu dan setengah pasangan kromosom homolog lainnya mengarah ke
kutub yang lain.
Anafase I
- Kromosom homolog berpisah dan menuju kutub yang
berlawanan.
- Kromatid belum berpisah karena sentromer masih satu untuk
satu kromosom.
Telofase I
Kromosom yang masih terdiri dari dua kromatid berada di
kutub. Selanjutnya terbentuk membran nukleus yang diikuti oleh proses
sitokinesis. Akhir telofase I terbentuk dua sel anak. Setiap sel anak
mengandung n kromosom sehingga pada akhir meiosis I terbentuk dua sel anak yang
haploid.
Meiosis II
Profase II
- Benang-benang kromatin kembali menebal menjadi kromosom.
- Kromosom yang terdiri dari 2 kromatid tidak mengalami
duplikasi lagi.
- Nukleus dan dinding inti melebur.
- Sepasang sentriol bergerak menuju ke kutub yang
berlawanan, kemudian mulai terbentuk benang-benang spindel.
Metafase II
- Kromosom yang telah membelah menjadi dua kromatid
berjajar pada bidang pembelahan. Selanjutnya sentromer menempatkan diri di
tengah sel.
Anafase II
- Sentromer membelah menjadi dua. Masing-masing kromatid berpisah
dan bergerak ke kutub yang berlawanan.
- Kromatid tersebut merupakan kromosom baru.
Telofase II
- Kromatid sampai di kutub dan berubah menjadi benang
kromatin.
- Terbentuk kembali membran inti dan anak inti.
- Terjadi sitokinesis dan terbentuk 4 sel anakan yang
memiliki kromosom setengah dari induknya.
1.
Glikolisis:
Glukosa ——> 2 asam piruvat +2
NADH
2 ATP
2. Siklus Krebs:
2 asetil piruvat ——> 2 asetil KoA + 2 C02
+2 NADH
2 ATP
2 asetil KoA ——> 4 CO2 +6 NADH
2 PADH2
3. Rantai trsnspor elektron respirator:
10 NADH + 502 ——> 10 NAD+ + 10 H20 = 30
ATP
2 FADH2 + O2 ——> 2 PAD + 2 H20 = 4 ATP
Total = 38
ATP
Kesimpulan :
Pembongkaran 1 mol glukosa (C6H1206) + O2 ——> 6 H20 + 6 CO2 menghasilkan
energi sebanyak 38 ATP.
- Glikolisis
Glikolisis
merupakan proses pengubahan molekul sumber energi. Prose glikolisis berlangsung
dalam sitoplasma secara anaerob.
Secara
ringkas, pada proses glikolisis tertjadi reaksi sebagai berikut:
Glikolisis
→ Asam piruvat + Energi
2 .Siklus Krebs
Siklus
krebs atau daur krebs merupakan siklus yang terjadi setelah glikolisis.Pada
siklus krebs, asam piruvat hasil glikolisis memasuki mitokondria.
3.
Rantai
Transpor Elektron
Rantai
transport electron terjadi dalam ruang intermembran mitokondria. Sistem ini
berperan membentuk energi selama oksidasi dari enzim pereduksi. Rantai transpor
electron merupakan system yang kompleks. Sistem rantai transport electron
melibatkan NADH, FAD, dan molekul-molekul lainnya.
Pola-Pola Hereditas
1.
Persilangan 1 sifat beda (Bb x Bb) akan menghasilkan rasio fenotip: bulat :
kisut = 3 :1
2.
Persilangan 2 sifat beda (BbTt x BbTt) akan menghasilkan rasio fenotip: bulat
tinggi : bulat pendek : kisut tinggi : kisut pendek 9 : 3 : 3 : 1
3.
Penelitian W. Bateson dan R.C Punnet menemukan: persilangan antara tanaman
kapri bunga ungu yang serbuk sarinya lonjong,
dengan bunga kapri putih yang serbuk sarinya bulat, dihasilkan rasio
fenotip 9 : 6 : 1
Jenis-jenis penyimpangan semu Hukum mendell
1. Atavisme Interaksi gen)
Atavisme adalah interaksi dari beberapa gen yang menyebabkan munculnya
suatu sifat yang berbeda dengan karakter indukny~ Atavisme pertama kali
ditemukan oleh Bateson dan Punnet.
~ ada empat macam bentuk pial/jengger ayam yaitu:
~ Interaksi antar gen-gen yang menentukan bentuk dari pial (jengger ayam).
~ hasil temuan: karakter pial/jengger ayam tidak hanya diatur oleh satu gen,
tetapi oleh dua gen yang berinteraksi.
~
Penyimpangan yang terjadi pada atavisme adalah bukan mengenai rasio fenotip F2,
melainkan munculnya sifat baru pada pial ayam yaitu walnut dan single
~ Tipe
jengger walnut merupakan hasil interaksi dari dua gen dominan yang berdiri
sendiri
~ tipe jengger single merupakan hasil interaksi dua gen resesif
2.Polimeri
Polimeri merupakan bentuk interaksi gen yang bersifat kumulatif (saling menambah).
Polimeri terjadi akibat adanya interaksi antara dua gen atau lebih, sehingga
disebut juga gen ganda.
~ peristiwa polimeri mirip dengan persilangan dihibrid dominan tidak penuh
(intermediat)
~ hasil temuan: biji gandum berwarna merah disilangkan dengan gamdum berwarna
putih menghasilkan variasi warna warna gandum yang sangat beragam
Diagram
persilangan tanaman gandum
Berdasarkan
persilangan di atas, terbentuknya gradasi warna biji gandum disebabkan banyak
sedikitnya akumulasi gen-gen dominan, sehingga rasio fenotip nya adalah Merah :
putih = 15 : 1.
3. Kriptomeri
Kriptomeri adalah peristiwa dimana gen dominan yang karakternya akan muncul
jika bersama-sama dengan gen dominan lainnya. Jika gen dominan berdiri sendiri,
maka karakternya akan tersembunyi (kriptos)
~ kriptomeri pertama kali ditemukan oleh Correns
~ Interaksi antar gen-gen dominan akan menimbulkan karakter baru
~ hasil temuan: Hasil persilangan antara bunga Linnaria marocana merah dengan
putih
...dihasilkan F1 seluruhnya berwarna ungu
Diagram persilangan bunga Linaria marocana
Berdasarkan
persilangan di atas, sifat yang tersembunyi (warna ungu) muncul karena adanya
gen dominan yang berinteraksi, sehingga diperoleh perbandingan fenotip = ungu :
merah : putih = 9 : 3 : 4
4. Epistasis - hipostasis
Interaksi beberapa gen, dimana gen yang bersifat menutup disebut (epistasis)
dan gen yang bersifat tertutupi (hipostasis)
~ Epistasis - hipostasis pertama kali ditemukan oleh Nelson dan Ehle
~ Interaksi gen bisa berupa gen-gen dominan (epistasis dominan), dan jika
interaksi terjadi
antar gen-gen resesif (epistasis resesif)
~ hasil temuan: Hasil persilangan warna kulit gandum hitam dengan warna kuning
mengahasilkan warna kulit gandum pada F1 semunya hitam
Diagram
persilangan epistasis dominan pada tanaman labu
Diagram
persilangan epistasis resesif pada warna bulu tikus
Berdasarkan persilangan di atas, gen yang bersifat menutup disebut epistasis,
sedangkan gen yang bersifat tertutupi disebut hipostasis, sehingga perbandingan
fenotip untuk epistasis dominan = kulit hitam : kulit kuning : kulit putih = 12
: 3 : 1. Sedangkan rasio fenotip untuk epistasis resesif adalah 9 : 3 : 4
5. Gen-gen komplementer
Merupakan
interaksi gen yang saling melengkapi. Jika satu gen tidak muncul, maka sifat
yang dimaksud juga tidak muncul atau tidak sempurna
~ Pada bunga lathyrus odoratus terdapat dua gen yang saling berinteraksi dalam memunculkan pigmen
bunga
Gen C : membentuk pigmen warna
Gen c : tidak membentuk pigmen warna
Gen P : membentuk enzim pengaktif
Gen p : tidak membentuk enzim pengaktif
Berdasarkan karakter gen-gen tersebut, maka warna bunga hanya akan muncul jika
kedua gen (penghasil pigmen dan penghasil enzim) bertemu. Jika tidak bertemu
maka warna bunga yang terbentuk adalah putih
Berdasarkan
hasil persilangan di samping, rasio fenotip = ungu : putih = 9 : 7
Pindah
silang (Crossing over)
~ proses
pertukaran gen-gen antara kromatid-kromatid yang bukan pasangannya pada
sepasang kromosom homolog.
~ Tempat persilangan dua kromatid disebut chiasma, dan terjadi pada peristiwa
meiosis I
~ Dikembangkan oleh : Morgan pada tanaman ercis bunga ungu pollen lonjong
(PPLL) yang. disilangkan dengan bunga merah pollen
bulat (ppll)
~ Hasil temuannya pada F1 adalah bunga ungu pollen lonjong (PpLl)
~ Hasil temuan pada F2 ternyata dihasilkan rasio fenotip galur induk ( KP)
dengan galur rekombinan (KR) yang tidak sesuai dengan hukum mendell; Ungu
lonjong : Ungu Bulat : merah lonjong : merah bulat = 9 : 1 : 1 : 9

Hasil Pindah
silang akan terbentuk:
Kombinasi Parental (KP)
Kombinasi Rekombinan (RK)
Gen yang berpautan tidak selamanya terpaut. Pindah silang menyebabkan
pergantian alel diantara kromosom homolog, menghasilkan kombinasi yang tidak
ditemukan pada induknya. Pindah silang meningkatkan keragaman genetik selain
yang dihasilkan oleh pengelompokkan gen secara bebas.
,
Drosophyla yang jantan +kassus mengalami
pindah silang.
Gen letal
~ Gen letal adalah gen yang dalam keadaan homozigot, menyebabkan kematian pada
individunya.
~ Gen letal menyebabkan kematian pada individu masih embrio atau setelah lahir.
Gen letal yang menyebabkan kematian saat individu menjelang dewasa disebut gen
sub letal.
~ berdasarkan sifat dan pengaruhnya, gen letal dapat dibedakan atas gen letal
dominan dan gen letal resesif
Gen letal Dominan
~ Gen letal dominan menyebabkan kematian pada keadaan homozigot dominan. Pada
keadaan heterozigot, umumnya penderita hanya mengalami kelainan
~ Contoh gen letal dominan adalah pada ayam redep. Ayam redep adalah ayam yang
memiliki kaki dan sayap pendek.
~ Dalam keadaan homozigot dominan, ayam mati. Jika heterozigot, ayam hidup
tetapi memiliki kelainan pada kaki dan sayap pendek. Sedangkan homozigot
resesif ayam normal
Rasio
fenotip Letal : redep : normal = 1 : 2 : 1
Rasio perbandingan tersebut menyimpang dari rasio perkawinan monohibrid
Gen letal resesif
~ Gen letal resesif menyebabkan kematian jika berada dalam keadaan homozigot
resesif. Pada keadaan heterozigot individu normal tetapi pembawa (carier) gen
letal
Pola-pola Pewarisan sifat pada manusia
Cacat dan Penyakit Menurun yang terpaut kromosom seks
a. Hemofilia
~ Hemofilia adalah penyakit keturunan yang mengakibatkan darah seseorang sukar
membeku
~ penderita hemofilia jika terluka darahnya akan membeku sekitar 50 mnt – 2
jam, hal ini akan mengakibatkan penderita mengalami kehilangan banyak darah dan
dapat menimbulkan kematian
~ Penyakit ini dikendalikan oleh gen resesif (h) yang terpaut kromosom X
~ Contoh silsilah penyakit hemofilia adalah pada keluarga kerajaan Eropa. Ratu
Victoria dari Inggris menderita hemofilia.
~
Genotip wanita hemofilia:
HH = XHXH = Homozigot dominan = normal
Hh = XHXh = heterozigot = carier = pembawa sifat
Hh = XhXh = homozigot resesif = penderita hemofilia
~ genotip laki-laki hemofilia:
XHY = laki-laki normal
XhY = laki-laki hemofilia
b. Buta warna
~ Buta
warna adalah penyakit keturunan yang menyebabkan seseorang tidak bisa
membedakan warna merah dengan biru, atau kuning dengan hijau
~ Disebabkan oleh gen resesif cb (color blind)
~ gen buta warna terpaut pada kromosom X
~ genotip buta warna adalah sebagai berikut:
Cacat dan penyakit menurun yang terpaut kromosom autosom
a.
Albino
~ merupakan kelainan yang disebabkan tubuh seseorang tidak mampu memproduksi
pigmen melanin, sehingga rambut dan badanya putih
~ Cacat albino memiliki penglihatan yang peka terhadap cahaya, disebabkan
irisnya tidak memiliki pigmen
~ Disebabkan oleh gen resesif a
~ orang normal memiliki genotip Aa atau AA, sedangkan orang albino genotipnya
aa
d. Brachidaktili
~
Merupakan kelainan pada ruas-ruas jari yang memendek pada manusia.
~ kelainan ini disebabkan oleh gen dominan B yang bersifat letal jika dalam
keadaan homozigot dominan (BB).
~ Dalam keadaan Bb, individu menderita kelainan brachidaktili, sedangkan
genotip bb individu dalam keadaan normal
d.
Thalasemia
~ Merupakan kelainan genetik (penyakit genetik) yang disebabkan rendahnya
kemampuan pembentukkan hemoglobin, terjadi karena gangguan salah satu rantai
globin.
~ Thalasemia menyebabkan kemampuan eritrosit dalam mengangkut oksigen rendah
(anemia)
~ Thalasemia dibedakan menjadi thalasemia mayor dan thalasemia minor.
Thalasemia mayor ThTh biasanya menyebabkan kematian,
h.
Golongan darah
~ Golongan darah merupakan merupakan salah satu karakter yang diwariskan pada
manusia.
~ Terdapat 3 jenis sistem penggolongan darah pada manusia yaitu sistem ABO,
sistem MN dan sistem ABO
Golongan darah tipe MN
Sistem
rhesus