Tata Surya, Bumi dan Alam Semesta
A.PENGERTIAN TATA SURYA
Tata Surya adalah kumpulan benda langit yang terdiri atas
sebuah bintang yang disebut matahari dan semua obyek yang yang mengelilinginya.
Selain 8 planet tersebut juga terdapat anggota tata surya yang lain yaitu
satelit, komet asteroid, dan meteorid.
B. BENDA –BENDA LANGIT
Benda-benda langit adalah sebutan bagi semua benda yang ada
di langit (luar angkasa). Contoh benda langit adalah planet, satelit, bintang,
nebula, galaksi, asteroid, meteoroid, Sistem keplanetan, Komet, Debu antariksa,
Kluster, Super kluster, dll.
Satelit
Satelit alami adalah benda-benda luar angkasa bukan buatan
manusia yang mengorbit sebuah planet atau benda lain yang lebih besar daripada
dirinya, seperti misalnya Bulan adalah satelit alami Bumi.
Bintang
Bintang merupakan benda langit yang memancarkan cahaya.
Terdapat bintang semu dan bintang nyata. Bintang semu adalah bintang yang tidak
menghasilkan cahaya sendiri, tetapi memantulkan cahaya yang diterima dari
bintang lain. Bintang nyata adalah bintang yang menghasilkan cahaya sendiri.
Secara umum sebutan bintang adalah objek luar angkasa yang menghasilkan cahaya
sendiri (bintang nyata).
Galaksi
Galaksi adalah sebuah sistem yang terikat oleh gaya
gravitasi yang terdiri atas bintang (dengan segala bentuk manifestasinya,
antara lain bintang neutron dan lubang hitam), gas dan debu kosmik medium
antarbintang, dan kemungkinan substansi hipotetis yang dikenal dengan materi
gelap.
Asteroid
Asteroid, pernah disebut sebagai planet minor atau
planetoid, adalah benda berukuran lebih kecil daripada planet, tetapi lebih
besar daripada meteoroid, Asteroid berbeda dengan komet dari penampakan
visualnya. Komet menampakkan koma ("ekor") sementara asteroid tidak.
Meteoroid
Meteoroid adalah benda-benda kecil di tata surya yang
ukurannya lebih kecil daripada asteroid tetapi lebih besar daripada sebuah
molekul.
Komet
Komet adalah benda langit yang mengelilingi matahari dengan
garis edar berbentuk lonjong atau parabolis atau hiperbolis.
Komet terbentuk dari es dan debu. Komet terdiri dari
kumpulan debu dan gas yang membeku pada saat berada jauh dari matahari. Ketika
mendekati matahari, sebagian bahan penyusun komet menguap membentuk kepala gas
dan ekor
C. PLANET
Planet adalah benda langit yang memiliki ciri-ciri berikut:
• mengorbit
mengelilingi bintang atau sisa-sisa bintang;
• mempunyai
massa yang cukup untuk memiliki gravitasi tersendiri
• tidak
terlalu besar
• Berdiameter
lebih dari 800 km
Sebelumnya, planet-planet anggota tata surya ada 9, yaitu
Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter/Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, dan
Pluto. Namun, tanggal 26 Agustus 2006, para ilmuwan sepakat untuk mengeluarkan
Pluto dari daftar planet sehingga jumlah planet di tata surya menjadi hanya 8.
Planet dalam tata surya
Menurut IAU (Persatuan Astronomi Internasional) sesuai
dengan defenisi yang baru, maka terdapat delapan planet dalam sistem Tata
Surya:
1. Merkurius
2. Venus
3. Bumi
4. Mars
5. Yupiter
6. Saturnus
7. Uranus
8. Neptunus
Merkurius
Planet yang paling dekat dengan matahari adalah Merkurius.
Lapisan atmosfer planet Merkurius sangat tipis sehingga suhu di permukaannya
mencapai 430 0C pada siang hari. Permukaan planet Merkurius berlubang-lubang.
Planet Merkurius memiliki ukuran
lebih kecil daripada bumi, dan dapat terlihat di langit saat
matahari akan terbit dan akan terbenam. Planet tidak memiliki satelit.
Venus
. Ukuran Venus hampir sama dengan ukuran bumi sehingga orang
sering menjulukinya Venus kembaran bumi. Planet Venus tampak cemerlang di
antara bintang bintang di langit pada waktu fajar sehingga sering disebut
sebagai bintang fajar. Venus juga sering disebut bintang senja karena terlihat
kemilau di Barat ketika matahari terbenam. Akan tetapi, Venus bukanlah bintang.
Atmosfer Venus terdiri atas gas karbondioksida, sedikit hidrogen, nitrogen, dan
uap air. Atmosfer Venus dapat menahan cahaya matahari sehingga Venus kelihatan
paling cerah dilihat dari Bumi.
Arah rotasi planet
Venus searah dengan jarum jam, sehingga matahari di Venus terbit dari
sebelahmbarat dan terbenam di sebelah timur. Berbeda dengan arah rotasi
planet-planet lainnya, yaitu dari timur ke barat. Gravitasi planet Venus sama
dengan gravitasi di bumi dan planet ini tidak memiliki satelit
Bumi
Bumi merupakan planet ketiga dari matahari. Bumi adalah
planet satu-satunya yang dihuni oleh makhluk hidup. Bumi memiliki atmosfer yang
terdiri dari nitrogen, oksigen, karbon dioksida, dan uap air. Atmosfer
melindungi kita dari sinar ultraviolet yang dapat mematikan kehidupan dan juga
benda-benda langit yang mendekati ke bumi. Selain itu, atmosfer menjaga suhu
bumi tetap sesuai dengan kebutuhan makhluk hidup.
Mars
Mars merupakan planet keempat dari matahari. Planet Mars
sering disebut planet merah karena tampak kemerahan. Warna merah tersebut
berasal dari debu yang banyak diterbangkan angin.. Atmosfer di Mars terdiri
dari gas karbon dioksida dan nitrogen. Di planet tersebut tidak ada air dan
planet itu memiliki 2 satelit atau bulan, yaitu Phobos dan Deimos.
Yupiter
Yupiter merupakan planet terbesar dalam tata surya. Besar
Yupiter sebelas kali besar bumi sehingga sering disebut planet raksasa. Planet
Yupiter memiliki 16, satelit dengan empat satelit terbesar secara
berturut-turut adalah Ganymede, Callisto, Europa, dan Io.
Saturnus
Saturnus memiliki lapisan atmosfer yang sangat tebal,
tersusun atas gas hidrogen dan helium serta sedikit metana dan amonia. Saturnus
merupakan planet yang sangat indah karena memiliki tiga cincin pada bagian
atmosfernya. Cincin itu diperkirakan terdiri atas debu halus, kerikil kecil,
dan butir-butir es yang sangat banyak. Planet itu tampak berwarna kekuningan.
Planet Saturnus memiliki 31 buah satelit dan satu di antaranya yang paling
besar adalah Titan. Titan merupakan satu-satunya satelit dalam sistem tata
surya yang memiliki lapisan atmosfer
Uranus
Planet Uranus tampak berwarna hijau kebiruan. Atmosfer
planet ini tersusun dari hidrogen, helium, dan metana. Uranus berotasi dari
timur ke barat seperti halnya Venus Satelit yang ukurannya besar ada lima buah,
yaitu Miranda, Ariel, Umbriel, Titania, dan Oberon.
Neptunus
Planet Neptunus tampak berwarna kebiruan. Atmosfer itu
tersusun dari gas hidrogen dan helium. Planet Neptunus memiliki 4 cincin dan 11
satelit atau bulan. Satelit yang paling besar adalah Triton
Planet-planet yang ada di tata surya dapat diklasifikasikan
berdasarkan beberapa kriteria, antara lain sebagai berikut.
1) Berdasarkan
massanya, planet dapat dikelompokan menjadi dua macam, yaitu sebagai berikut:
Planet bermassa besar (Superior planet), terdiri atas Jupiter, Saturnus,
Uranus, dan Neptunus dan Planet bermassa kecil (Inferior Planet), terdiri atas
Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars.
2) Berdasarkan
jaraknya ke matahari, planet dapat dibedakan atas planet dalam dan planet luar.
a) Planet dalam (Interior planet),
yaitu planet-planet yang jarak rata-ratanya ke matahari
lebih pendek daripada jarak rata-rata Planet Bumi ke Matahari. Berdasarkan
kriteria tersebut, maka yang termasuk planet dalam, adalah Planet Merkurius dan
Venus.
b) Planet luar (Eksterior planet),
yaitu planet-planet yang jarak rata-ratanya ke matahari
lebih panjang daripada jarak rata-rata Planet Bumi ke Matahari. Termasuk ke
dalam kelompok planet luar, yaitu Planet Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan
Neptunus.
Gerhana bulan
D. GERHANA BULAN DAN GERHANA
MATAHARI
Jenis-jenis gerhana bulan
• Gerhana
bulan total
Pada gerhana ini, bulan akan tepat berada pada daerah umbra.
• Gerhana
bulan sebagian
Pada gerhana ini, tidak seluruh bagian bulan terhalangi dari
Matahari oleh bumi. Sedangkan sebagian permukaan bulan yang lain berada di
daerah penumbra. Sehingga masih ada sebagian sinar Matahari yang sampai ke
permukaan bulan.
• Gerhana
bulan penumbra
Pada gerhana ini, seluruh bagian bulan berada di bagian
penumbra. Sehingga bulan masih dapat terlihat dengan warna yang suram.
Gerhana Matahari terjadi ketika posisi bulan terletak di
antara Bumi dan Matahari sehingga menutup sebagian atau seluruh cahaya
Matahari.
Gerhana Matahari dapat dibagi menjadi tiga jenis yaitu:
gerhana Matahari total, gerhana Matahari sebagian, dan gerhana Matahari cincin.
1) Sebuah
gerhana Matahari dikatakan sebagai gerhana total apabila saat puncak gerhana,
piringan Matahari ditutup sepenuhnya oleh piringan Bulan. Saat itu, piringan
Bulan sama besar atau lebih besar dari piringan Matahari.
2) Gerhana
sebagian terjadi apabila piringan Bulan (saat puncak gerhana) hanya menutup
sebagian dari piringan Matahari. Pada gerhana ini, selalu ada bagian dari
piringan Matahari yang tidak tertutup oleh piringan Bulan.
3) Gerhana
cincin terjadi apabila piringan Bulan (saat puncak gerhana) hanya menutup
sebagian dari piringan Matahari.
Gerhana Matahari tidak dapat berlangsung melebihi 7 menit 40
detik. Ketika gerhana Matahari, orang dilarang melihat ke arah Matahari dengan
mata telanjang karena hal ini dapat merusakkan mata secara permanen dan
mengakibatkan kebutaan.
E. ROTASI BUMI, REVOLUSI BUMI DAN REVOLUSI BULAN
1.BUMI
Bentuk bumi kita seolah-olah datar. Dalam keadaan yang
sebenarnya bumi itu bentuknya bulat . Hal-hal yang membuktikan bahwa bumi bulat
antara lain :
a. Jika
seseorang berlayar ke arah barat, maka orang itu akan kembali ke tempat semula
dari arah yang berlawanan.
b. Pada saat
terjadi gerhana bulan, bagian bulan yang tertutup bayangan bumi berupa
lengkungan.
c. Jika
kita berada di pelabuhan melihat kapal dari kejauhan yang tampak terlebih
dahulu ujung dan akhirnya baru semua badan kapal.
d. Ketika
menjelang matahari terbit atau terbenam, diufuk timur atau barat tampak
kemerah-merahan.
e. Hasil
pemotretan bumi.
Bumi melakukan 2 gerakan yaitu :
A. Rotasi
bumi
Rotasi bumi yaitu gerakan bumi berputar pada porosnya.
Rotasi bumi mengakibatkan peristiwa-peristiwa :
1) Terjadinya
siang dan malam
2) Matahari
terlihat terbit di timur dan tenggelam di barat. Terbit dan tenggelamnya
matahari disebut gerak semu harian matahari.
3) Terjadinya
perbedaan dan pembagian waktu.
B. Revolusi
bumi
Revolusi bumi adalah peredaran bumi mengelilingi matahari.
Revolusi bumi mengakibatkan :
a. Gerak
semu tahunan matahari
b. Perubahan
lamanya siang dan malam
c. Pergantian
musim sepanjang tahun
d. Terlihat
rasi bintang yang berada dari bulan ke bulan
. Sehingga setiap 4 tahun jumlah hari dalam 1 tahun masehi
366 hari disebut tahun kabisat yang artinya tahun yang bisa dibagi 4.
2. BULAN
Bulan merupakan benda langit yang tidak memancarkan cahaya
sendiri. Bentuk bulan sering terlihat berubah-ubah dari hari ke hari. Tapi
sebenarnya bentuk bulan tidak berubah. Hal ini bisa demikian karena bulan dalam
peredarannya melakukan 3 gerakan, yaitu :
1) Bulan
beredar berputar pada porosnya (berotasi)
Bulan berotasi membutuhkan waktu kira-kira 1 bulan, sama
dengan waktu revolusinya maka wajah bulan yang tampak dari bumi selalu sama.
2) Bulan
mengelilingi bumi (berevolusi)
Dalam sekali bulan berevolusi, yang berarti pula berotasi,
revolusi bulan mengakibatkan terjadinya fase-fase bulan. Kejadian fase-fase
bulan adalah proses perubahan bentuk bulan yang terlihat dari bumi yaitu bulan
baru, bulan mati, bulan sabit, bulan purnama. Waktu yang di perlukan oleh bulan
dari bulan mati ke bulan baru adalah 29,5 hari.
3) Bulan
bersama-sama bumi mengelilingi matahari.
Selain beredar mengelilingi bumi, bulan juga melakukan
gerakan bersama bumi mengelilingi matahari.Akibat gerakan ini bulan dan bumi
kadang berada dalam satu garis lurus / sejajar. Peristiwa ini disebut juga
dengan gerhana.
F. PENANGGALAN MASEHI DAN HIJRIAH
1. Kalender Masehi
Kalender masehi disebut juga kalender Syamsiah yaitu suatu
sistem penanggalan yang pembuatannya berdasarkan gerak revolusi bumi terhadap
matahari. Waktu yang diperlukan bumi
untuk satu kali berevolusi terhadap matahari adalah 365 ¼ hari. Oleh karena itu
satu tahun masehi rata-rata berjumlah 365 hari.
Kelebuhan ¼ hari oleh Kaisar Romawi yang bernama Julius Caesar
dikumpulkan menjadi satu hari setiap empat tahun sekali dan ditambahkan pada
bulan Februari. Itulah sebabnya setiap empat tahun sekali, bulan Februari
berusia 29 hari. Maka setiap empat tahun sekali jumlah hari dalam setahun 366
hari dan tahun itu disebut tahun kabisat.
Untuk menentukan tahun kabisat selain melihat umur bulan
Februari yang lamanya 29 hari, kita juga dapat menghitungnya dengan menentukan
jumlah tahun habis dibagi empat. Contoh Tahun 2012 adalah tahun kabisat karena
jumlah tahunnya habis dibagi empat. Sedangkan tahun 2011 bukan tahun kabisat
karena jumlah tahunnya tidak habis dibagi empat.
Tahun masehi dimulai dari Januari sampai dengan Desember.
2. Kalender Hijriah
Kalender Hijriah disebut juga kalender Komariah atau
kalender Islam yaitu suatu sistem penanggalan berdasarkan revolusi bulan
terhadap bumi. Lamanya revolusi bulan terhadap bumi adalah 29 ½ hari. Pada saat bumi beredar mengelilingi matahari
, bulan mengelilingi bumi sebanyak 12 kali, jadi satu tahun Hijriah lamanya 12 X 29 ½ hari = 354 hari.
Kalender Hijriah/kalender Komariah/ kalender Islam terhitung
mulai Hijrahnya nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah pada hari Jumat bertepatan dengan tanggal 16 Juli 622 Masehi.
Supaya jumlah hari dalam satu bulan genap tidak 29,5 hati maka jumlah hari pada
tiap bulan menjadi selang seling yaitu
:
Muharam 30 hari
Safar 29 hari
Rabiul Awal 30 hari
Rabiul Akhir 29 hari
Jumadil Awal 30 hari
Jumadil Akhir 29 hari
Rajab 30 hari
Sya’ban 29 hari
Ramadhan 29 atau 30 hari
Syawal 29 hari
Zulkaidah 30 hari
Zulhijah 29 hari
Tahun Hijriahpun mengenal tahun kabisat yang ditambahkan
pada bulan Ramadhan. Jumlah hari dalam setahun pada pada tahun kabisat Hijriah
adalah 355 hari.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar